Home / Berita Umum / 3 Dokter Spesialis di Riau Jadi Tahanan Kota Terkait Kasus Korupsi

3 Dokter Spesialis di Riau Jadi Tahanan Kota Terkait Kasus Korupsi

3 Dokter Spesialis di Riau Jadi Tahanan Kota Terkait Kasus Korupsi – Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru memenuhi permintaan 4 terdakwa korupsi beberapa medis berubah menjadi tahanan kota. Jaksa juga menjalankan perintah hakim.

“Barusan majelis hakim memenuhi permintaan beberapa 4 terdakwa yang ajukan penangguhan penahanan. Barusan agenda sidang kontrol saksi,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuadi, Selasa (26/2/2019).

Fuadi memaparkan, majelis hakim memenuhi permintaan 4 terdakwa buat ditangguhkan penahanannya.

“Status ke 4 terdakwa, tiga orang dokter spesialis serta satu pihak entrepreneur sekarang diputuskan berubah menjadi tahanan kota,” kata Fuadi.

Beberapa terdakwa tenaga medis itu ialah, dr Welly Zulfikar, dr Kuswan Ambar Terakhir serta drg Masrial. Ketiganya adalah dokter senior di RSUD Arifin Achmad punya Pemprov Riau. Satu orang terdakwa kembali pihak swasta atas nama Yuni Efrianti dari CV Sempurna Mustika Raya.

“Segalanya ada 5 terdakwa dalam masalah korupsi Alkes ini. Satu terdakwa kembali atas nama Muhklis dari pihak swasta masih ditahan. Ini lantaran sejak mulai ia memang belum pernah ajukan penangguhan penahanan,” kata Fuadi.

Dengan dikabulkannya berubah menjadi status tahanan kota, kata Fuadi, pihaknya menghargai ketentuan majelis hakim.

“Meski kita awalannya tak memenuhi berubah menjadi tahanan kota, namun lantaran hakim udah hendak memutuskan hal semacam itu (berubah menjadi tahanan kota), kita menghormatinya. Serta mereka sore barusan pun kita mengeluarkan dari rumah tahanan (Rutan),” kata Fuadi.

Seperti didapati, beberapa tenaga medis ini berperan dalam perkiraan korupsi alat kesehatan. Korupsi ini bersama dengan pihak swasta sebagai penyedia alkes.

Korupsi ini berlangsung sejak mulai tahun 2012 sampai tahun 2013. Ada kurang lebih 189 item transaksi pembelian alkes yang dijalankan beberapa dokter senior itu. Tindakan mereka merugikan keuangan negara sebesar Rp 420 juta. Mereka dijaring UU No 31 Tahun 1999 perihal korupsi.

About admin