Home / Berita Umum / 4 Fakta Kebobrokan Lapas Sukamiskin

4 Fakta Kebobrokan Lapas Sukamiskin

4 Fakta Kebobrokan Lapas Sukamiskin – Instansi Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, tidak memberi dampak kapok pada narapidananya, terutamanya buat terpidana korupsi. Dalam sidang masalah suap Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen, tersingkap beberapa terpidana di Lapas Sukamiskin memperoleh beberapa sarana yang termasuk elegan, dari mulai sarana sel sampai diizinkan melakukan bisnis di Lapas.

Tersebut beberapa kebobrokan Lapas Sukamiskin yang sampai kini berlangsung,

1. Usaha ‘Bilik Asmara’ di buat Terpidana

Terpidana korupsi pemberian suap pada petinggi Tubuh Keamanan Laut (Bakamla), Fahmi Darmawansyah masih tetap dapat memperoleh untung dari dalam lapas. Fahmi menyogok Kalapas Sukamiskin Wahid Husen berbentuk uang sampai mobil supaya dikasihkan sarana spesial, termasuk juga masalah keperluan biologis.

Bahkan juga, Wahid membiarkan Fahmi bangun ‘bilik asmara’ dalam ruang seluas 2×3 mtr. di area lapas. Tidak cuma untuk keperluannya sendiri, Fahmi ikut membanderol tarif pada terpidana yang lain bila ingin memakai bilik itu.

Hingga, walau berstatus tahanan, suami aktris Inneke Koesherawaty itu masih mempunyai penghasilan dari usaha yang dia kelola bersama dengan seseorang terpidana masalah pembunuhan sebagai asisten pribadinya, Andri Karunia.

“Diperlengkapi dengan tempat tidur untuk kepentingan lakukan jalinan tubuh suami-istri, baik itu dipakai Fahmi Darmawansyah waktu didatangi istrinya, ataupun disewakan Fahmi Darmawansyah pada masyarakat binaan lainnya dengan tarif Rp 650 ribu,” tutur anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan waktu membacakan surat tuduhan Wahid Husen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Selasa (5/12).

2. Sarana TV, AC, serta Kulkas dalam sel

Dalam sidang tuduhan bekas Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen memberi sarana elegan pada beberapa terpidana diantaranya Fahmi Darmawansyah.

Fahmi memperoleh semuanya sebab uang suap yang dikasihkan ke Wahid Husen.

“Jika kamar yang dihuni Fahmi Darmawansyah itu diperlengkapi dengan sarana di luar standard kamar lapas yang semestinya, diantaranya tv dengan jaringan TV kabel, AC, kulkas kecil, spring bed, furniture serta dekorasi interior high pressure laminated. Fahmi Darmawansyah ikut diijinkan memakai telephone genggam saat di lapas,” kata anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan memaparkan sarana yang didapat Fahmi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (5/12).

Wahid, lanjut Takdir, sebagai Kalapas (waktu itu) tahu hal itu akan tetapi ia membiarkan penyimpangan itu. Bahkan juga, waktu Fahmi Darmawansyah serta orang kepercayaannya di lapas yaitu Andri Karunia yang terduga masalah pembunuhan mengurus usaha perbaikan sel dan bangun saung di Sukamiskin, Wahid tutup mata.

3. Gampangnya keluar masuk lapas buat terpidana

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu terdaftar seringkali tinggalkan sel tahanannya dengan bekal izin dari Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. KPK juga mengungkapkannya dalam surat tuduhan Wahid.

Dalam tuduhan itu, dijelaskan jika Wawan seringkali mendapatkan izin dari Wahid untuk keluar Lapas Sukamiskin. Hal itu berlangsung dalam rentang waktu pada Maret 2018 sampai Juli 2018.

Diantaranya ialah pada tanggal 16 Juli 2018. Bahkan juga, ia sudah sempat menyamarkan kepergiannya dari Lapas Sukamiskin lewat cara memakai mobil ambulans yang ada.

Jaksa lalu memaparkan bagaimanakah cara Wawan dapat keluar lapas dengan izin berobat itu. Wawan dimaksud keluar dari lapas dengan memakai mobil ambulans yang dibawa oleh Ficky Fikri, seseorang staf keperawatan Lapas Sukamiskin.

Akan tetapi, nyatanya mobil ambulans itu tidak ke arah ke Rumah Sakit Rosela seperti permintaan Wawan. Adik eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu justru dibawa ke lain tempat.

“Tetapi cuma mengantarkan sampai di parkiran rumah sakit Hermina Arcamanik, Bandung,” tutur jaksa.

Wawan lalu turun dari ambulans dan geser ke mobil Toyota Innova yang telah menunggunya. Mobil itu dikendarai Ari Arifin, asisten pribadi Wawan saat di Lapas Sukamiskin.

Mobil Innova itu juga lalu melaju ke daerah Suryalaya, Bandung, ke arah ke rumah punya Atut. Akan tetapi, Wawan juga tidak lama ada disana serta bergerak ke arah ke Hotel Grand Mercure Bandung.

“Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan lalu bermalam di hotel itu bersama dengan rekan wanitanya,” tutur jaksa. Akan tetapi, siapa rekan wanita yang dimaksud bermalam bersama dengan Wawan di hotel itu, jaksa tidak mengungkapnya di tuduhan.

4. Sel bertarif

KPK menyangka ada usaha jual beli sel serta izin di Lapas Sukamiskin. KPK memprediksi tarif awal jual beli sel Lapas Sukamiskin sekitar Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

“Masalah ada tarif itu yang tengah kami cermat, tetapi dari info awal itu ada rentangnya Rp 200 juta- Rp 500 juta. Untuk memperoleh sarana spesifik, apa sarana terdapat beberapa, kami akan dalami,” jelas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang waktu pertemuan wartawan di KPK, Sabtu (21/7).

Tarif jual beli sel yang disebut yaitu dengan membayar uang beberapa Rp 200-500 juta, narapidana memperoleh sarana penambahan. Dari mulai kamar spesial sampai beberapa sarana di kamar spesial itu.

About admin