Home / Berita Umum / Agar Tak Untungkan Diri Sebagai Capres, Kubu Prabowo Minta Segera Jokowi Cuti

Agar Tak Untungkan Diri Sebagai Capres, Kubu Prabowo Minta Segera Jokowi Cuti

Agar Tak Untungkan Diri Sebagai Capres, Kubu Prabowo Minta Segera Jokowi Cuti  – Juru Bicara Tubuh Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Ferdinand Hutahaean memperingatkan Calon Presiden Joko Widodo untuk cuti selama saat kampanye. Ia minta Jokowi tidak memakai jabatannya menjadi Presiden untuk menguntungkan kegiatannya menjadi calon presiden.

“Jokowi tidak bisa menggunakan kekuasaannya menjadi Presiden untuk bikin kebijaksanaan yang menguntungkan dianya menjadi calon presiden,” kata Ferdinand pada wartawan, Jumat (8/2).

Orang politik Demokrat ini menjelaskan, ketentuan masalah cuti sudah ditata dalam Masalah 282 UU Nomer 7 Tahun 2017 mengenai Pemilu. Ketentuan itu mengatakan petinggi struktural, menteri, bupati, dilarang memakai jabatannya untuk bikin kebijaksanaan yang menguntungkan dianya serta merugikan orang yang lain.

“Ini kan Jokowi banyak membuat kebijaksanaan menguntungkan diri serta merugikan orang yang lain, tidak bisa. Titik konsentrasi mesti disana. Bukan pada sarana,” katanya.

Seirama dengan Ferdinand, Anggota Team Advokasi Hukum Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Indra pun minta Jokowi lakukan cuti kampanye di Pemilihan presiden 2019. Indra memberikan contoh Calon wakil presiden Sandiaga Uno yang lebih berlaku jantan sebab mundur dari Wakil Gubernur DKI untuk ikuti Pemilihan presiden 2019.

“Mari gentle dong. Bang Sandi saja mundur, gentle pun dong Pak Jokowi, minimum cuti,” kata Indra.

Orang politik PKS itu menjelaskan, tekanan cuti dikerjakan agar tidak berlangsung ‘abuse of power’ atau penyalahgunaan kekuasaan dalam pemerintahan. Diluar itu supaya tidak berlangsung pemakaian sarana negara saat Jokowi lakukan kampanye Pemilihan presiden.

“Itu Pak JK mampu kok jadi presiden sesaat, saya meyakini Pak JK arif,” tambah Indra.

Selain itu, Pengamat Hukum Ismail Rumadan menjelaskan, bila Jokowi tidak cuti jadi di kuatirkan menyalahgunakan kekuasaannya untuk kebutuhan politik di Pemilihan presiden.

“Prinsipnya kecemasan kekuatan penyalagunaan kuasa selama saat kampanye itu lumayan besar bila calon petahan tidak mengambil cuti,” jelas ia.

Diluar itu, lanjut Ismail, bila Jokowi tidak selekasnya cuti, penduduk akan berprasangka buruk sarana negara akan disalahgunakan juga.

“Semestinya Jokowi memberi contoh yang baik buat penduduk. Karena beberapa jika Pemilihan presiden awal mulanya beberapa calon petahana tetap ambil cuti kampanye,” tutur Ismail.

Di konfirmasi awal mulanya, Jokowi menyikapi tekanan Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno supaya lakukan cuti kampanye di Penentuan Presiden 2019. Jokowi menjelaskan tidak ada ketentuan yang memaksa seseorang calon presiden petahana ambil cuti kampanye dengan keseluruhan.

“Ya ini ketentuan KPU (Komisi Penentuan Umum (KPU), semua kan pergi dari ketentuan. Jika ketentuan mewajibkan kita cuti keseluruhan, ya saya akan cuti keseluruhan,” kata Jokowi di Desa Botuwombatu, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Jumat (1/3).

Bekas Wali Kota Solo ini mengutamakan KPU membolehkan calon presiden petahana tidak ambil cuti kampanye dengan keseluruhan. Dengan catatan, bila ingin berkampanye mesti dikerjakan di hari libur seperti Sabtu serta Minggu.

About admin