Home / Berita Umum / Alasan Mahalnya Biaya Evakuasi Lion Air JT610

Alasan Mahalnya Biaya Evakuasi Lion Air JT610

Alasan Mahalnya Biaya Evakuasi Lion Air JT610 – Penelusuran korban pesawat Lion Air JT610 jelas mengonsumsi cost yang tidak dikit. Sekurang-kurangnya kapal serta helikopter butuh bahan bakar berliter-liter untuk sampai ke titik penelusuran. Belum juga cost lainnya yang tidak mungkin dapat dieliminasi seperti minum dan makan beberapa petugas lapangan.

Lantas, siapa yang bertanggungjawab membiayai itu semua?

Pihak yang sangat bertanggungjawab lakukan evakuasi ialah Tubuh SAR Nasional, termasuk juga masalah pembiayaan, walau dalam praktiknya dapat menggandeng pihak lainnya seperti TNI. Sekurang-kurangnya demikian yang tercantum pada Undang-Undang Nomer 29 Tahun 2014 mengenai Penelusuran serta Pertolongan.

Masalahnya, biaya Basarnas hanya terbatas. Perihal ini disadari sendiri oleh Kepala Sub Sisi Jalinan Antar Alat Basarnas Yusuf Latif. Biaya Basarnas diprediksikan cuma cukuplah untuk satu minggu—artinya habis pada Senin (5/11/2018) ini.

“Untuk evakuasi 1 minggu pertama, waktu responsif darurat, itu masih tetap gunakan anggarannya Basarnas. Bila telah melalui satu minggu evakuasi serta telah melewati tersedianya dana Basarnas, itu dapat peluang gunakan APBN,” kata Yusuf Latif pada reporter Tirto, Sabtu (3/11/2018) kemarin.

Permasalahannya, biaya dari APBN di luar yang sudah dialokasikan untuk Basarnas tidak dapat semudah itu cair. Kepala Sub Direktorat Data serta Suport Tehnis Pengaturan APBN Wawan Sunarjo menjelaskan memerlukan keinginan lebih dulu dari Basarnas, serta itu jelas tidak dapat sesaat.

“Jika anda keinginan dari Basarnas, tentu kami kaji,” kata Wawan di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Konsentrasi Basarnas ikut kelihatannya ikut bukan bagaimana mencari dana penambahan untuk proses penyelamatan yang diperpanjang sampai tiga hari ke depan. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menjelaskan berikut di Hotel Ibis, Jakarta, Senin (5/11/2018): “Bolak-balik [menanyakan] biaya saja. Biaya itu masalah negara, tidak ada masalah dengan biaya. Kami all out.”

Menunggu Lion Air
Sebenarnya ada biaya lainnya yang mungkin digunakan untuk evakuasi. Menurut Masalah 73 UU 29/2014, cost penelusuran serta pertolongan dapat juga datang dari “sumber dana lainnya yang resmi serta tidak mengikat.”

Selama ini Lion Air sudah memberikan beberapa uang untuk pakar waris korban. Managing Director Lion Air Grup Daniel Putut Kuncoro menyebutkan keseluruhan uang yang dikeluarkan sekitar Rp1,3 miliar, terbagi dalam asuransi Rp1,25 miliar, bagasi Rp50 juta serta uang pemakanan Rp25 miliar.

Lion Air malas menjawab saat kami bertanya adakah dana untuk evakuasi tidak hanya yang sudah dikeluarkan.

“Kami belumlah dapat berikan,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro pada reporter Tirto, Senin (5/11/2018).

Pada intinya memang tidak ada keharusan buat maskapai membiayai cost evakuasi. Asuransi yang diharuskan maskapai berdasar pada Masalah 62 UU Penerbangan ialah: pesawat hawa, personil pesawat, pihak ke-2 serta ke-3, serta pekerjaan investigasi insiden serta kecelakaan pesawat hawa.

Serta investigasi bukan sisi dari penyelamatan. Investigasi ialah proses untuk tahu pemicu kecelakaan.

Akan tetapi tidak terdapatnya ketentuan pada UU tidak lalu membuat Lion Air bebas dari beban memikul cost penyelamatan. Pengamat asuransi penerbangan Sofian Pulungan menjelaskan uang asuransi dapat juga digunakan untuk proses penyelamatan.

“Asuransi termasuk juga asuransi social rescue. Jadi berapakah juga cost social rescue itu seutuhnya dijamin asuransi,” tuturnya.

Simak juga artikel berkaitan LION AIR JATUH atau tulisan menarik yang lain Rio Apinino

About admin