Home / Uncategorized / Bangsawan Jago Pedang Di Masa Dinasti Qing

Bangsawan Jago Pedang Di Masa Dinasti Qing

Bangsawan Jago Pedang Di Masa Dinasti Qing – Sesudah bermain Fast & Furious 6 pada 2013 dan Star Track Beyond, th. lalu, Joe Taslim kembali peroleh bagian di film asing. Kali ini, aktor kelahiran Palembang itu berlaga di Swordsman, film peristiwa kolosal produksi Korea Selatan karya Choi Jae Hoon.

Bertindak jadi Gurutai, bangsawan jago pedang di masa Dinasti Qing, Joe memanfaatkan Juli sampai September di Korea untuk syuting. Aktor 36 th. itu beradu peran sama sederet bintang Korea Selatan, seperti Jung Man Shik, Min Hyuk, dan Kim Hyun Soo.

Sepanjang sepuluh th. kariernya, pemeran Sersan Jaka di The Raid : Redemption karya Gareth Evans (2011) itu menempatkan Swordsman jadi tantangan terbesarnya. Bukanlah karna Joe musti memanfaatkan waktu di pedalaman dan berlatih pedang siang-malam, tetapi karna sulitnya berkomunikasi. ” Tidak ada yang bisa berbahasa Inggris, ” ujar sisa pejudo nasional ini.

Di sela rehat syuting, dua minggu lalu, Joe kembali ke Jakarta dan terima wartawan untuk diwawancarai. Itu petikannya.

Bagaimana Anda ikut serta di Swordsman?
Sebagian orang dari Opus Pictures, yang hasilkan film ini, memahami saya di APAN (Asia Pasific Actors Network) Star Awards di Seoul, Oktober waktu kemarin. Mereka lalu menawarkan skrip. Juni lalu, saya diminta baca teks bhs Korea dalam huruf latin dan tes make-up. Pas.

Anda diambil karna perawakan atau mempunyai pengalaman di film perbuatan?
Saat bersua produser dan pengarah adegan, daya kami sudah nyambung. Terkadang, saat baru bersua orang, kita bisa rasakan selekasnya getol atau tidak. Walaupun sejujurnya kami mengobrol lewat penerjemah. Di film ini, adegan action saya cuma sekali. Dramanya begitu banyak. Ini cukup menantang. Biasanya, aktor asing yang main film Korea tidak diberi banyak perbincangan.

Bagaimana Anda memahami dialog apabila tidak mengerti bhs Korea?
Di masing-masing skrip, tulisannya bhs Korea dalam huruf latin dan ada terjemahannya. Saya juga memiliki penerjemah supaya bisa peroleh detail tentang konteks masing-masing dialog. Juga tentang kultur Korea. Saya juga saksikan banyak film Korea untuk peroleh dayanya.

Lebih dahulu Anda getol saksikan film Korea?
Saya big fan of Korean cinema. Sesudah masuk film ini, saya saksikan jadi lebih banyak lagi, karna ini film historical. Lain karna banyak kosakata yang asing. Translator saya saja sulit.

Pelukisan peran Gurutai?
Dia bangsawan. Kuasai beberapa bhs, pintar, intimidatif.

Kejam juga?
Kejam dalam konteks politik. Bukanlah seperti kejamnya perampok.

About admin