Begini Pesan Diplomat Veteran AS ke Trump: Korut Bukan Reality Show

Begini Pesan Diplomat Veteran AS ke Trump: Korut Bukan Reality Show – Bekas Duta Besar Amerika Perkumpulan (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bill Richardson, miliki pesan spesial untuk Presiden AS Donald Trump. Pesan spesial ini berkaitan gagasan pertemuan Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Richardson adalah diplomat ulung AS yang sudah berunding dengan adanya banyak pemimpin negara pariah, dari mulai Saddam Hussein, diktator militer Myanmar sampai bekas pemimpin Korut Kim Jong-Il, bapak Kim Jong-Un. Richardson sudah sekian kali bertandang ke Korut.

Dalam wawancara dengan AFP, Sabtu (10/3/2018), Richardson yang tinggal di New Mexico, AS selesai pensiun, mengemukakan sebagian pesan serta nasehat untuk Trump. Richardson merekomendasikan Trump untuk membuat tim serta membuat taktik sebelumnya berjumpa Kim Jong-Un. Gagasannya pertemuan bersejarah Trump serta Kim Jong-Un juga akan di gelar pada akhir Mei yang akan datang. Tempat pertemuan belum juga ditetapkan.

” Saya mengagumkan terperanjat. Ini benar-benar pertaruhan besar, resiko besar, tapi layak di ambil… Beberapa hal tidak dapat lebih jelek sekali lagi di banding saat ini masalah jalinan serta kemelut di Semenanjung Korea, ” sebut Richardson.

” Ini peluang sungguhan… Saya cemas masalah ketidaksiapan serta kurang disiplinnya presiden (Trump). Tapi saya memujinya untuk langkah begitu berani dalam terima undangan (Kim Jong-Un), ” paparnya.

” Tapi ini bukanlah ‘The Apprentice’ atau reality show tv. Ini satu perundingan dengan seseorang pemimpin yg tidak dapat ditebak yang mempunyai sekurang-kurangnya 20 senjata nuklir serta yang meneror Amerika Perkumpulan, ” tegas Richardson berpesan untuk Trump.

Selanjutnya, Richardson mengingatkan kalau tiap-tiap perjanjian perlu saat panjang untuk diraih. Terutama dalam kondisi ini, yang berlangsung yaitu diplomasi tidak umum yang tidak dari bawah ke atas. Dia menyatakan supaya sasaran denuklirisasi dipegang teguh.

” Kita mesti dapat meyakinkan kalau kita tidak jatuh kedalam perangkap yang disiapkan Korea Utara, yang begitu paka dalam merundingkan perjanjian serta lalu menarik diri, ” ucap Richardson mengingatkan.

Kecemasan paling utama Richardson yaitu Trump memutuskan sendiri berdasar pada pengalaman serta intuisinya, tanpa ada membuat gagasan serta taktik spesial dalam hadapi Korut. ” Ini bukanlah reality show TV, tapi perundingan besar masalah krisis keamanan nasional terpanas didunia sekarang ini, ” tegasnya.

” Hal tercerdas yang perlu dikerjakan Presiden Trump yaitu, dia mesti menghubungi Presiden (George W) Bush serta Presiden (Bill) Clinton, serta memohon pertolongan kepakaran mereka. Dia tidak semestinya mengerjakannya sendiri, ” tambah Richardson.