Home / Berita Umum / Buruh Wanita Menuntut 35 Buruh Yang Di PHK Sepihak Oleh Pabrik

Buruh Wanita Menuntut 35 Buruh Yang Di PHK Sepihak Oleh Pabrik

Buruh Wanita Menuntut 35 Buruh Yang Di PHK Sepihak Oleh Pabrik – Beberapa buruh wanita berunjuk perasaan di muka pabrik sepatu PT Pei Hai International Wiratama Indonesia, Jombang. Mereka menuntut 35 buruh yg di-PHK dengan sepihak oleh pabrik supaya bisa dipekerjakan kembali.

Tetapi tidak seperti demo umumnya, perbuatan buruh PT Pei Hai ini cuma disertai seputar 6 orang. Mereka berorasi sambil membentangkan poster berisi tuntutan ke manajemen pabrik. Meskipun demikian, perbuatan beberapa buruh wanita ini bisa dijaga beberapa polisi.

Koordinator perbuatan unjuk perasaan, Nur Ika (45), menuturkan, perbuatan demo ini diselenggarakan untuk tidak setuju kebijakan PT Pei Hai yg mem-PHK 35 buruh pada 31 Agustus 2018. Meski sebenarnya beberapa puluh buruh yg di-PHK itu sudah bekerja sepanjang 23-25 tahun serta tidak sempat bolos kerja tiada argumen yang pasti.

Karenanya menurut dia, PHK itu dilaksanakan manajemen pabrik sepatu dengan sepihak serta tidak mematuhi Masalah 151 UU RI No 13 tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan.

PHK ini alasannya kami seringkali tidak hadir. Meski sebenarnya sepanjang 24 tahun bekerja kami tidak sempat tidak hadir tiada info. Itu penilaian subjektif mandor, dasarnya senang serta tidak senang. Tiada peringatan kami langsung di-PHK, ” kata Ika terhadap wartawan di tempat, Senin (3/9/2018).

Tidak cuma bab PHK, lanjut Ika, PT Pei Hai juga disangka tidak mematuhi aturan dalam memperkerjakan tenaga kerja asing (TKA). Ika mengungkap, pabrik sepatu yg terdapat di Jalan Raya Desa Jogoloyo, Sumobito ini lebih memprioritaskan TKA dari Taiwan serta China ketimbang buruh lokal.

” Ada beberapa puluh TKA dari Taiwan serta China disini. Mereka baru kerja dapat langsung jabatan, langsung dikontrak. Sesaat buruh lokal cuma buruh terlepas, ” pungkasnya.

Oleh maka itu, pihaknya menuntut biar PT Pei Hai memperkerjakan kembali 35 buruh yg di-PHK dengan semena-mena itu.

” Kami menuntut biar diperkerjakan kembali. Kami akan tempuh arah hukum serta senantiasa berdemo kalau tidak dipenuhi, ” tegasnya.

Perwakilan buruh itu lalu di terima manajemen pabrik untuk perantaraan. Sayangnya tidak satu lantas wartawan yg diizinkan untuk ikuti proses perantaraan. Sampai saat ini belumlah ada info dari pihak pabrik sehubungan masalah yg menerpa beberapa puluh buruh mereka.

About admin