Home / Berita Umum / Kejari Surabaya Tangkap Buronan Korupsi Proyek MERR

Kejari Surabaya Tangkap Buronan Korupsi Proyek MERR

Kejari Surabaya Tangkap Buronan Korupsi Proyek MERR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya tangkap buronan masalah korupsi pembebasan tempat project Middle East Ring Road (MERR) II C. Buron 3 tahun itu bernama Sumargo diamankan ditempat persembunyiannya, Desa Kunci Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Penangkapan dikerjakan selesai team pelaksana eksekusi lakukan pemantauan beberapa minggu pastikan kehadiran serta persembunyian Sumargo.

“Telah tiga tahun ini jadi buronan. Alhamdullillah, Rabu (22/8) seputar jam 20.00 WIB, sukses tangkap terpidana masalah korupsi MERR II-C itu (Sumargo),” kata Kajari Surabaya Teguh Budi Darmawan,Kamis (23/8/2018).

Menurut kajari, eksekusi terpidana adalah perintah dari putusan kasasi yang tidak diterima. “Terpidana ini tidak kooperatif waktu kami panggil dengan pantas,” katanya.

Sesudah penangkapan, Sumargo langsung dibawa ke kantor Kejari Surabaya melakukan kontrol, sebelum dijebloskan ke Lapas Klas I Surabaya di Porong.

Dalam masalah ini, Sumargo bertindak menjadi koordinator pembebasan tempat untuk project MERR II-C yang ditunjuk terpidana lainnya, Olli Faisol. Olli Faisol adalah satgas pembebasan tempat yang staf PU Bina Marga serta Pematusan Pemkot Surabaya. Pekerjaannya mengkoordinir 40 masyarakat Gunung Anyar yang terimbas pembebasan tempat pada project MERR II C.

Kedua-duanya merugikan negara beberapa puluh miliar serta menyeret 5 orang yang lain menjadi terduga. Mereka ialah Djoko Waluyo sebagai Petinggi Pembuat Prinsip dari Dinas Bina Marga serta Pematusan Pemkot Surabaya, Euis Darliana staf Dinas PU Bina Marga serta Pematusan Pemkot Surabaya, Eka Martono sebagai Petinggi Pembuat Prinsip (PPKm), Hadri, Abdul Fatah (kedua-duanya koordinator yang ditunjuk satgas pembebasan tempat).

Ke 7 terdakwa pada masalah ini divonis berlainan oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Djoko Waluyo divonis 8 tahun penjara, Olli Faisol divonis 5,5 tahun penjara, Euis Dahlia divonis 16 bulan penjara, Eka Martono serta Abdul Fatah divonis 1 tahun penjara. Sesaat Hadri divonis 1 tahun penjara serta Sumargo divonis 3 tahun penjara.

Sedang Sumargo sudah sempat ditahan tetapi bebas saat proses ajukan kasasi. Karena, waktu itu waktu penahanannya sudah habis serta Sumargo terlepas untuk hukum.

About admin