Home / Berita Umum / Musim Kemarau Menyiksa Warga Ciamis Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Menyiksa Warga Ciamis Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Menyiksa Warga Ciamis Krisis Air Bersih – Kritis air bersih menempa Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ada empat kecamatan sudah melapor ke BPBD Ciamis yang alami kekeringan sumber air karena musim kemarau.

Empat daerah itu terdiri Kecamatan Pamarican di Desa Neglasari serta Cigamping, Kecamatan Cijeungjing di Desa Pamalayan serta Majaprana, Kecamatan Ciamis di Desa Cisadap serta Kecamatan Banjaranyar. BPBD Ciamis langsung bergerak mensuplai air pada masyarakat.

“Hampir tiap hari kita mengalirkan air bersih di sejumlah titik sesuai dengan laporan yang masuk dari desa serta kecamatan. Sekali kirim ke satu titik itu satu tangki sekitar 5.000 liter,” tutur Kabid Darlog BPBD Ciamis Ani Supiani, Jumat (19/7/2019).

Jika musim kemarau lumayan lama, direncanakan laporan masyarakat kekurangan air bersih di sejumlah kecamatan yang lain selalu banyak yang datang. BPBD Ciamis akui siap mengalirkan pertolongan air bersih buat masyarakat yang memerlukan.

“Akan berusaha optimal untuk terus mengalirkan pertolongan air bersih buat masyarakat. Kami mengalirkan pertolongan sesuai dengan laporan yang diterima, lalu di check baru dikirim,” kata Ani.

Yayah, masyarakat blok Ciloto, Dusun Cisadap, Desa Cisadap Kecamatan Ciamis, akui semenjak dua minggu paling akhir alami kesusahan air bersih. Sebab sumur yang dia punya telah jadi kering. Sepanjang itu dia sangat terpaksa manfaatkan sumur ‘siuk’ yang ada di kebun, jaraknya 500 mtr. dari permukiman masyarakat.

“Ngambil air gunakan ember jalan kaki 500 mtr., tiap pagi, siang serta sore. Telah dua minggu yang paling sulit, jika awalnya masih ada air meskipun dikit. Saat ini sangatlah kering,” tutur Yayah.

Kepala Dusun Cisadap Dedi Supardi menjelaskan di wilayahnya ada 315 kepala keluarga dengan jumlahnya 1.050 jiwa. Keadaannya sekarang kesusahan air bersih untuk masak serta minum. Sedang untuk MCK masih ada dari sungai.

“Sebab telah kesusahan air, jadi langsung melapor serta alhamdulillah dari BPBD Ciamis telah ada kiriman, benar-benar menolong. Jika dapat kirimnya tidak sekali ini saja. Bagusnya tiga hari sekali atau satu minggu sekali, itu sangat-sangat menolong,” sebut Dedi.

About penulis77