Penyebar Hoaks Penculikan Anak Di Sukabumi Diciduk

Penyebar Hoaks Penculikan Anak Di Sukabumi Diciduk – Polisi menciduk dua orang berkenaan penyebaran info bohong atau hoaks masalah penculik anak di Sukabumi yang diangkat ke sosial media (sosmed) Facebook. Satu warganet, pria inisial N alias E, diputuskan menjadi terduga. Dan wanita inisial W masihlah berstatus menjadi saksi.

Info dikumpulkan, kedua-duanya disergap polisi tdk lama sehabis mengupload info masalah penculikan anak di Sukabumi. Konten ditebar di teras pribadi serta group Sukabumi Facebook itu jadi viral.

“Kedua-duanya kita amankan lantaran sudah menebar berita bohong atau hoaks masalah penculikan di jaringan sosial media Facebook. Berita itu bikin gelisah warganet, meski sebenarnya info yang kenyataannya tdk sesuai itu,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo didampingi Kasatreskrim AKP Budi Nuryanto terhadap mass media di RSUD R Syamsudin SH, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

Susatyo menyebutkan konten itu sudah diberikan oleh 156 warganet yang lain serta senantiasa berantai serta dipandang menyebar keresahan.

“Info bohong itu menyebar dengan berantai, diberikan kembali serta berulang. Kawan-kawan dapat lihat sendiri, pria yang didakwa pemeran penculikan anak ini saat ini tengah dikerjakan dengan medis di area perlakuan kejiwaan,” papar Susatyo.

Karena tingkah lakunya, N alias E dijaring dengan Kasus 14 UU Nomer 1 Tahun 1946 perihal aturan hukum pidana karena penyiaran berita atau pemberitahuan bohong. Terkecuali itu, N diganjar Kasus 15 UU Nomer 1 Tahun 1946 perihal aturan hukum pidana masalah kabar berita palsu yang terlalu berlebih membawa dampak keresahan. Ia terancam hukuman 10 tahun penjara.

“Hingga ini hari, Polresta Sukabumi belum juga terima info atau laporan perihal penculikan. Jadi info yang menyebar itu belum juga terkonfirmasi namun telah di-publish oleh warganet sampai menyebabkan keresahan,” papar Susatyo.

Kepala Sisi Info RSUD R Syamsudin SH, Wahyu Handiriana, membetulkan pria yang digosipkan menjadi pemeran penculikan anak itu termasuk juga orang dengan problem jiwa (ODGJ). “Mulai sejak terima yang perihal atau si Mr X ini memang alami problem jiwa. Mulai sejak tadi malam kita check serta komunikasikan dengan pakar kejiwaan, ia tidak pingin bicara. Dari sisi penampilan fisik ikut ia tdk dapat mengatur diri pribadi, perihal ini memberikan isyarat sesuai itu,” papar Wahyu.

“Kita akan observasi kembali terpenting oleh dokter jiwa. Jika telah tuntas kita akan berikan ke Dinas Sosial untuk perlakuan kelanjutan,” tutur Wahyu memberikan.

Seseorang pria didakwa menjadi pemeran penculikan anak buat geger penduduk Sukabumi. Berita penculik anak berkeliaran itu viral di sosial media Facebook.

Poto pria berpakaian pakaian biru putih, yang didakwa pemeran penculikan, itu diangkat pemilik account Zha VSB pada Jumat (2/11/2018). “Berhati-hati, jagain ank tengah mlm atau pgi. Smalem penculik udh nyampe kp. Cibuntu TERMINAL SUKARAJA,” tulisnya di group Sukabumi Facebook.