Home / Indonesia / Perkembangan Cokelat

Perkembangan Cokelat

Rutinitas minum cokelat jadi rutinitas beberapa bangsawan di Spanyol. Lalu rutinitas ini menebar sampai ke Inggris serta semua Eropa, terutama orang-orang kelompok atas serta bangsawan.

Lantaran rasa-rasanya yang unik, minuman cokelat bahkan juga menyaingi bir yang waktu itu popular di Eropa. Serta keinginan bakal cokelat dengan rasa yang makin nikmat selalu berkembang, terlebih mulai sejak diketemukan mesin untuk bikin cokelat pada saat revolusi industri.

Mulai sejak diketemukan beragam cara membuat cokelat pada saat revolusi industri di Eropa, mesin uap mulai dipakai untuk menggiling cokelat. Lalu pergantian penting dalam tingkatkan mutu cokelat berlangsung pada th. 1828 di Belanda dimana Coenraad van Houten temukan langkah memisahkan bubuk serta minyak kakao dari adonan biji kakao giling. Hal semacam ini buka penemuan-penemuan selanjutnya yang dapat mencampurkan cokelat yang berbentuk cairan yang kental serta pekat, digabung minyak kakao dan gula. Serta ini jadi asal mula cokelat padat yang bakal jadi cikal akan cokelat batangan yang kita kenal saat ini.

Sekitaran era ke-19, barulah cokelat yang rasa-rasanya lembut di lidah mulai di ciptakan. Diawali di Swiss, adonan biji kakao giling dimasukkan ke cakram porselen serta dihaluskan sebagian jam hingga membuahkan cokelat yang lembut serta bisa lumer di lidah. Sistem ini dimaksud conching.

Lalu banyak entrepreneur industri makanan mulai bikin cokelat type ini yang begitu laris. Sebagian nama populer yang merknya populer sampai saat ini, mulai terjun dalam industri ini. Entrepreneur serta penemu seperti Lindt, Nestle, Hershey, Tobler serta Kohler, yang nama mereka di kenal sebagai merk cokelat sampai hari ini, sudah temukan beragam mesin pemrosesan cokelat untuk tingkatkan mutu serta rasa cokelat.

About admin