Home / Berita Umum / Perlintasan KA Berpalang Pintu di Gilang Tulungagung Memakan Korban Jiwa

Perlintasan KA Berpalang Pintu di Gilang Tulungagung Memakan Korban Jiwa

Perlintasan KA Berpalang Pintu di Gilang Tulungagung Memakan Korban Jiwa – Seseorang nenek meninggal dunia sehabis becak yg dibawa tersambar KA Brantas jurusan Pasar Senen-Blitar, di perlintasan berpalang pintu di Gilang Tulungagung.

Kanit Lakalantas Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Diyon Fitrianto mengemukakan, korban diidentifikasi bernama Sukarmi (72) penduduk Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Korban alami luka serius di sebagian sisi tubuhnya, hingga wafat di area peristiwa.

” Moment berasal kala korban ini keluar dari kampung membawa becak yg menampung dagangan. Lantas kala di perlintasan kereta barah di lokasi Gilang, ada Kereta Barah Brantas 176 yg bakal melintas dari arah barat, ” kata Kanit Lakalantas, Sabtu (2/11/2018) .

Kala itu petugas penjaga perlintasan udah tutup palang pintu jadi pengaman perjalanan kereta barah. Dan korban ada dalam pintu perlintasan, masalah ini berlangsung lantaran area ujung gang kampung itu ada dalam perlintasan.

” Kala itu petugas udah memberi kabar korban jangan sampai melintas lantaran ada kereta pengin melalui, tetapi ketika petugas konsentrasi buat mengamankan kereta yg ada, tak diduga ibu itu melintas, ” pungkasnya.

Karena itu becak punya pedagang soto itu tersambar KA Brantas serta korban lantas langsung terjatuh. Tetapi lantaran luka yg di alami cukuplah serius nenek itu wafat di area peristiwa.

Korban Sukarmi langsung dievakuasi ke RSUD dr Iskak Tulungagung buat proses visum. Dan kereta barah yg dibawa masinis Eko Andrianto pernah berhenti di area peristiwa buat proses pengecekan situasi kereta.

” Situasi kereta udah kami melakukan penelusuran, tetapi masihlah dalam situasi aman, hingga dapat menyambung perjalanan ketujuan Blitar, ” kata Manager Humas PT Kereta Barah Indonesia (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko.

Diterangkan, dengan cara mekanisme pengamanan arah perlintasan, semuanya petugasnya udah menjalankan pekerjaannya dengan baik, dimulai dari tutup pintu perlintasan sampai memperingatkan korban.

Tidak hanya itu masinis kereta barah pun udah membunyikan slogan 35 atau klakson isyarat peringatan kereta tengah melintas. Pihaknya menghimbau warga buat menambah kewaspadaan serta menaati rambu-rambu kala melintas di perlintasan kereta barah.

” Kami ikut berbelasungkawa atas wafatnya Ibu Sukarmi, mudah-mudahan di terima di sisiNYA serta keluarga yg dibiarkan dikasihkan ketabahan, ” ujar Ixfan.

About admin