Home / Peristiwa / Seorang Wanita Di Batu Jual Ginjal Untuk Membayar Hutang

Seorang Wanita Di Batu Jual Ginjal Untuk Membayar Hutang

Seorang Wanita Di Batu Jual Ginjal Untuk Membayar Hutang – Seseorang wanita di Batu, Jawa Timur merelakan satu ginjalnya untuk membayar utang. Ita Diana (47) mengakui jalankan transplantasi ginjalnya pada seseorang pasien bernama Erwin di Tempat tinggal Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang dengan keinginan utangnya tertangani.

Lewat transplantasi itu, Ita mengharapkan problem utangnya bisa tertangani. Diakuinya tengah dililit utang sebesar Rp 350 juta karena usahanya gulung tikar.

” Karna perubahan kehidupan saya, karna suatu hal hal, usaha saya gulung tikar, usaha saya jatuh. Saya terlilit utang, ” kata Ita dengan sesenggukan waktu didapati di Kota Malang, Kamis (21/12) .

Tetapi utang Ita juga, sampai saat ini tidak kunjung terlunasi, karna dianya cuma terima tidaklah sampai separuh dari yg dijanjikan. Dia cuma terima sekitaran Rp 70 juta, serta utangnya tidak kunjung terlunasi.

Kisah transplantasi ginjal Ita berasal waktu dianya takut pulang karna banyak orang yg menagih utang ke tempat tinggal. Ia pilih luntang-lantung serta tidur di musala rumah sakit.

Karna kesedihannya, dia menceritakan pada beberapa orang sampai memperoleh rekomendasi untuk masuk ke area HD (tempat perihal transplantasi) . Ia lalu oleh seseorang dokter dipertemukan dengan pasien tidak berhasil ginjal.

” Bu (istri pasien) disini saya tidak jual, saya disini miliki keperluan. Saya pingin bantu ayah (pasien) , supaya problem (utang) saya dikerjakan sama ayah, ” kata Ita yg selalu menangis.

” Bu Nina (istri pasien) bertanya, berapakah keperluan ibu? Saya mengatakan Rp 350 juta. Beliau mengatakan, ‘Ya bu kami tak kan tutup mata. Kami dapat merampungkan problem ibu. Sebesar yg ibu perlukan Rp 350 juta. Dasarnya, beliau tak kan tutup mata dengan keperluan saya. Problem saya dikerjakan, ” katanya.

Sebelum masuk area operasi juga, Ita pernah berpesan pada istri pasien mengenai perjanjian itu. Ia mewanti-wanti supaya kebutuhannya untuk membayar utang nanti dikerjakan.

” Bu, di Islam itu luka sedikit saja dosa. Bu, ini saya tawarkan badan saya. Bila Allah meridoi, usia saya dipanjangkan. Bila Allah tidak meridoi, saat saya operasi nyawa saya dicabut saya ikhlas, yg terutama janji ibu janganlah diingkari. Dia mengatakan tetaplah, tak kan tutup mata. Siap merampungkan problem saya sebesar Rp 300 juta, ” kisahnya.

Ita saat ini tetaplah dikejar-kejar utang, sesaat orang yg dibantunya nyatanya tidak penuhi janji yg disetujui di muka. Ita sendiri mengakui sudah menjumpai Erwin serta dokter R yg dimaksud jadi penghubung. Namun tidak juga bersedia membayar kekurangannya.

Erwin sendiri waktu didapati di Jalan Metro Kota Malang, pilih memberikannya pernyataan sepotong sepotong. Sembari jalan serta memakai masker, memohon beberapa wartawan ajukan pertanyaan segera pada pihak rumah sakit. ” Silahkan saja bertanya kesana. Saya cuma di kaitkan, ” tuturnya sembari selalu jalan.

Tempuh jalur hukum

Transplantasi ginjal, Ita Diana (47) pada Erwin, pasien tidak berhasil ginjal Tempat tinggal Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang sudah jalan berhasil. Erwin juga telah kembali sehat serta bisa melakukan aktivitas seperti yang lalu.

Tetapi transplantasi itu masih tetap tersisa problem. Penyebabnya, imbalan yg dibayarkan tidak cocok perjanjian.

Ita Diana berasa benar-benar dirugikan karna cuma terima Rp 74 juta dari Rp 350 juta yg dijanjikan. Ita merencanakan meniti jalur hukum.

” Telah 1, 2, 3 bln. saya ke situ, tuturnya ayah masih tetap penyembuhan, masih tetap penyembuhan. Saya masa itu ke situ diberi duwit Rp 2, 5 juta. Kemudian saya pulang. Tuturnya bln. itu belum juga dapat, ” kata Ita Diana di Kota Malang, Kamis (21/12) .

” Tuturnya, ‘meskipun ayah (pasien) sakit, saya kan kerja. Saya yg dapat menolong ibu. Saya tetaplah merampungkan problem ibu’. Tapi hingga kapan? ” sambung Ita, sembari menirukan Nina, istri Erwin.

Padahal, mulai sejak awal organ badan Ita sudah ‘dianggunkan’ supaya bisa membayar utangnya. Besaran nilai imbalan itupun disetujui berdasar pada nilai utang ibu tiga anak itu.

Yassiro Ardhana Rahman, pengacara Ita Diana menuturkan, clientnya benar-benar dirugikan karna kesepakatan awal sudah diingkari. Ada kekurangan sebesar Rp 280 juta serta itu juga telah ditagihkan pada pihak yg berkaitan. Tetapi tak ada niat baik untuk merampungkan.

” Kita dapat usut semua, karna bagaimana juga memperjualbelikan organ badan atau ginjal di Indonesia menjadi perbuatan ilegal. Hal itu menjadi suatu tindak pidana seperti ditata dalam Pasal 64 ayat 3 juncto pasal 162 UU No 36 Th. 2009 mengenai kesehatan, ” kata Yassiro.

Disamping itu, pihak Tempat tinggal Sakit Saiful Anwar (RSSA) mengakui tengah jalankan kajian di tingkat internal. Pihaknya dapat selekasnya memberikannya respon kurun waktu dekat.

” Minta maaf ini tim masih tetap audit internal. Bila telah usai dapat kami undang pers untuk perskon, ” kata Rudyandini Perdana P, Kepala Sisi Hukum serta Kerjsama RSSA.

About admin