Home / Berita Umum / Warga Banyuwangi Gelar Tradisi Bertema 1.000 Ancak Rajabiyah dan 1.000 Koin Lazisnu

Warga Banyuwangi Gelar Tradisi Bertema 1.000 Ancak Rajabiyah dan 1.000 Koin Lazisnu

Warga Banyuwangi Gelar Tradisi Bertema 1.000 Ancak Rajabiyah dan 1.000 Koin Lazisnu – Beberapa ribu penduduk Kelurahan Karangrejo Banyuwangi bergabung di selama jalan sembari membawa nasi ancak. Mereka lantas menggunakan nasi ancak berbarengan buat memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Rutinitas makan nasi ancak ini dihidupkan kembali, sehabis beberapa puluh tahun tergerus dengan modernisasi.

Rutinitas ini kembali diselenggarakan oleh warga dengan obyek 1. 000 Ancak Rajabiyah serta 1. 000 koin Lazisnu. Datang dalam acara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas serta Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini, Selasa malam (2/4/2019) .

Ancak merupakan tempat nasi dari pelepah pisang yg bersifat persegi. Dalam nasi ancak ini, ada lauk pauk serta sayur. Nasi ancak lantas di dikonsumsi berbarengan, dengan konstruksi satu ancak dikonsumsi 3 hingga 4 orang.

” Tempat asal ancak itu di Karangrejo. Dulu memang tiap-tiap perayaan hari besar Islam senantiasa memanfaatkan ancak. Akan tetapi, udah lama kita udah tinggal. Kita hidupkan kembali, ” kata Samsul Huda, Tokoh warga ditempat, Selasa (2/4/2019) .

Nasi ancak itu, kata Samsul, punyai filosofi kesetaraan. Dirinya sendiri memberi contoh makan nasi ancak sesuai sama salat. Tak ada ketaksamaan manusia dalam salat. Seluruhnya sama dengan.

” Maka dari itu makan nasi ancak itu sama. Tak ada namanya Bupati atau yg beda. Ya sama lah, ” imbuhnya.

Disamping itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan, kesadaran warga kota buat kembali melestarikan rutinitas mulai muncul. Dirinya sendiri mengapresiasi soal itu. Aktivitas rutinitas lokal terus akan berkembang asal masyarakatnya perduli.

” Pelbagai program pemerintah kembali buat rakyat. Serta sekarang, warga dengan sadar mengingat kembali rutinitas lama serta diusulkan kembali, ” pungkasnya.

Anas menyatakan sekarang ada lebih dari 120 Festival yg diselenggarakan sepanjang 1 tahun. Sejumlah besar merupakan rutinitas warga yg terus dilestarikan.

” Kami mengharapkan daerah beda pun mencontoh dengan mengakibatkan rutinitas beda juga. Banyuwangi ini sangatlah kaya dengan rutinitas serta penyelamat rutinitas ini merupakan warga sendiri, ” katanya.

About admin