Home / Berita Umum / Warga Serbu Rumah Residivis di Cirebon Karena Menolak Penjualan Obat Keras

Warga Serbu Rumah Residivis di Cirebon Karena Menolak Penjualan Obat Keras

Warga Serbu Rumah Residivis di Cirebon Karena Menolak Penjualan Obat Keras – Beberapa penduduk Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, menyerang rumah salah seseorang pengedar serta penjual obat keras. Mereka mendorong Dudung Danu Santosa berhenti berusaha obat keras.

Penduduk membentang banner penolakan serta perlawanan pada obat keras di muka rumah Dudung, RW 06 Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Penduduk menilainya usaha yg dijalani Dudung dapat beresiko tidak baik untuk perubahan remaja di lingkungan itu.

Ketua RW 060 Kelurahan Pekiringan Rudin Santoso menuturkan lebih dari 10 tahun Dudung menjalankan usaha obat keras. Dua tahun yang kemarin, kata Rudi, penduduk pernah mendorong Dudung buat tutup usaha itu. Dudung mengamini himpitan penduduk itu.

Rudi menyatakan kerapkali memperoleh laporan penduduk berkenaan tetap ada kesibukan peredaran obat-obatan. ” Yg dipasarkan itu sejenis tramadol, trihex, serta yang lain. Banyak anak-anak sekolah yg berkunjung kesini. Ini bahaya untuk generasi muda kita, alhamdulillah ini hari dapat terwujud (perbuatan) , ” ujar Rudi.

Usaha obat keras yg dikerjakan Dudung, menurut Rudi, kerapkali libatkan remaja lebih kurang. Sejumlah remaja yg tinggal di RW 06 turut turut serta usaha haram. ” Ada yang bisa bayar dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Banyak yg lapor ke saya, ” kata Rudi.

Sama diungkapkan salah seseorang penduduk, Momon (57) . Momon menyatakan risau ada kesibukan usaha obat keras yg dilalui Dudung. Menurut Momon, obat keras adalah salah satunya aspek yg menyebabkan kerusakan generasi.

Lurah Pekiringan Gandi mengemukakan perbuatan penolakan obat keras yg dilaksanakan penduduk di muka rumah Dudung adalah pucuk keresahan penduduk yg terpendam sudah lama. ” Ini kejadian yg pas. Ini bukti kami menampik obat keras. Ini sudah diamankan polisi tahun yang kemarin, ” kata Gandi.

Gandi menjelaskan perang pada obat keras. ” Kita larang siapa lantas yg berusaha begini. Pokoknya tak bisa ada usaha begini kembali, ” Gandi mengatakan.

Dudung lantas menyepakati himpitan penduduk. Dudung menjelaskan tidak untuk menjalankan usaha obat keras kembali, baik dengan cara terdaftar serta dengan cara langsung di muka penduduk. ” Saya menjelaskan akan tidak jual obat keras kembali, ” kata Dudung di muka penduduk.

Kasat Narkoba Polresta Cirebon AKP Yaser Arafat mengatakan Dudung adalah residivis pengedar obat keras. Tahun yang kemarin, menurutnya, pihaknya sempat tangkap Dudung.

Ia menyampaikan penduduk serta Dudung udah bikin perjanjian bersama-sama. ” Udah di sepakati. Dudung udah bikin perjanjian, ” kata Yaser

About admin